January 17, 2021
Cerita Brigjen Prasetijo Kenalkan Perantara Djoko Tjandra ke Irjen Napoleon

Cerita Brigjen Prasetijo Kenalkan Perantara Djoko Tjandra ke Irjen Napoleon

Brigjen Prasetijo Utomo mengaku mengenalkan Tommy Sumardi kepada Irjen Napoleon Bonaparte. Tommy Sumardi merupakan rekan dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra berkaitan dengan perkara dugaan suap untuk 2 jenderal polisi dalam mengurus red notice serta status buron dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Pak Tommy pertengahan Maret datang ke ruangan saya pada 2020. Dia nggak pernah datang tiba-tiba datang, saya tanya ada keperluan apa, (Tommy Sumardi jawab) ‘Oh saya mau main saja Bro’,” kata Prasetijo saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2020).

“Kemudian lama-lama dia minta tolong, ‘Saya mau kenalan sama Kadivhubinter’. Saya bilang mau ngapain, ‘Sudahlah, saya mau kenalan saja, tolong teleponin Bro’,” imbuhnya. Judi Slot Pragmatic

Kadivhubinter yang dimaksud saat itu adalah Irjen Napoleon. Saat itu Prasetijo tidak langsung mengantarkan Tommy Sumardi ke Irjen Napoleon tapi keesokan harinya.

“Iya, karena saya lihat dia serius. Saya coba hubungi Kadiv (Napoleon), saya telepon Pak Kadiv, ‘Jenderal mohon izin ini ada sahabat saya mau kenalan, apakah diperkenankan untuk bisa kenalan di ruang jenderal?’, (Napoleon jawab) ‘Ya, silakan saja,” kata Prasetijo.

Prasetijo mengatakan setelah diperkenankan Napoleon dia langsung mengantarkan Tommy ke ruangan kerja Napoleon. Pertemuan berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit.

“Saya kenalin Pak Tommy Sumardi, mohon izin jenderal seperti apa yang saya telepon ini yang namanya Pak Haji Tommy,” kata Prasetijo yang menirukan percakapan dengan Napoleon saat itu.

Setelah berbincang sebentar, Prasetijo mengaku diminta keluar dari ruangan oleh Tommy. Dia mengaku setelah itu tidak tahu lagi perbincangan di dalam.

“Saya ngobrol biasa aja, terus beberapa waktu kemudian saya diminta keluar sama Haji Tommy ‘Pras ini urusan bintang 3, bintang 1 keluar dulu,” katanya.

Prasetijo menyebut sebelum dia keluar Tommy dan Napoleon membicarakan masalah keluarga dan seputar COVID-19. Prasetijo juga menyebut Napoleon tidak pernah komplain dengan pertemuannya dengan Tommy Sumardi.

“Nggak ada, (Napoleon) nggak ada komplain-komplain,” ucapnya.

Dalam perkara ini, Djoko Tjandra didakwa bersama dengan Tommy Sumardi memberikan suap ke dua jenderal polisi, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Pemberian suap itu dimaksudkan agar dua jenderal itu mengurus penghapusan red notice serta status buron Djoko Tjandra. pragmatic play aztec

Tommy diduga memberikan SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Irjen Napoleon dan USD 150 ribu kepada Brigjen Prasetijo. Jaksa menyebut uang itu berasal dari Djoko Tjandra untuk kepentingan pengurusan red notice Interpol dan penghapusan status Djoko Tjandra dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

sumber : detik